Saturday, September 29, 2012

keajaiban rasa; cinta sejati


Assalammualaikum.... Opha................ Eonni...........

Ni masih dari notes nya mbak Nisa nih, Temen2 pernah mendengar ungkapan semacam ini:
Yang relijius mengatakan: “Cinta sejati hanya muncul setelah menikah, karena itu, tak ada gunanya pacaran!”. Yang lagi seneng-senengnya pacaran bilang :”uuhhhh....dia keren...baek..perhatian...cakep...! “

Yang relijius bilang:”Syaitan yang menjerumuskan pada perasaan yang tak seharusnya kepada lawan jenis yang belum menjadi muhrim, dan membuat kita terlena dengan bayang-bayang yang setan buat.” Yang lagi jatuh cinta bilang::“ Aku merasa sangat nyaman tiap kali bersamanya. Aku ingin terus bersamanya. Aku menikmati setiap detik yang kami lalui bersama”(Wui....hhh, canggih2).

Yang relijius bilang:”Cinta sejati hanya milik Alloh. Rasa menyukai Anda pada lawan jenis Anda hanya perasaan manipulatif atas kerja hormon!” Yang lagi kasmaran bilang:” Kita ditakdirkan bersama, kitalah cinta sejati.”

Pernah gak diantara temen2 yang dilema dengan dua kubu pandangan di atas? Lalu muncul di benak temen2 pertanyaan-pertanyaan seperti; kenapa pula harus dibedakan antara cinta kepada Tuhan dan cinta kepada manusia. Kenapa pula ada pembedaan cinta sejati kepada Tuhan dan cinta sejati kepada manusia. Kenapa pula harus ada dikotomi cinta yang melangit dengan cinta yang mendunia antara manusia? 

Kudu tetep waspada, jangan gampang termanipulasi dengan perasaan yang menggebu-gebu pada seseorang. Identifikasi dulu alurnya. Mungkin yang perlu temen2 lakukan hanya, jujur pada diri sendiri, dan tanyakan bagaimana hati nurani berkata kepada diri temen2. Mungkin tulisan ini bisa membantu untuk medudukan dikotomi ini semua, yang sangat mungkin, pernah atau sedang terjadi pada sebagian besar umat manusia Tsaaah.... Umat manusia. Aseek. Mungkin ini bisa menjadi jembatan dari kesenjangan antar kedua konsep. Parah level dewa.

Jadi, gini ceritanya, pada dasarnya, dalam membicarakan masalah cinta, mestinya tidak mengenal cinta-yang-berlabel. Dengan label apapun termasuk label agama. Saya pikir terlalu rancu kalau sampai ada pertentangan antara proses alamiah menyukai lawan jenis sebagai bagian dari fitrah manusia, dengan konsep agama yang justru ingin mendekatkan manusia kepada fitrahnya.

Maka aku pun lebih menemukan kenyamanan dengan mendudukan cinta sebagai perasaan independen yang jujur dan apa adanya.( mau dong indopendent)

Cinta yang karena rindunya, bergetarlah raga. Cinta yang dengan harapnya, pintu langit pun terbuka. Cinta yang atas dasarnya,terijabahlah rintihan seorang papa. karena alunan rasanya, terciptalah senandung-senandung semesta.Wuiiidii....hh bera...attt. Perasaan cinta yang tercipta antar manusia namun denganya, malaikat dan Tuhan menebar ridloNya.

Mari kita mendudukan perasaan menyukai, menyayangi, ingin memiliki, memuja dan semacamnya yang banyak orang menyebutnya sebagai cinta itu secara lebih fair dulu sebelum dijudge dengan berbagai parameter penilaian berlabel apapun.

Sebelumnya, menurut temen2 dulu deh, mana yang lebih setuju? Cinta itu....apakah merupakan aktifitas otak? jiwa? emosi? atau...aktifitas ghaib saja yang ada dan tiadanya semata-mata bagian dari rangkaian takdir Tuhan?

Oke. Fine. Ketiga-tiganya betul. Itu hanya masalah urutan saja. Mana yang lebih dulu dari yang lainya sehingga terjadilah rangkaian hukum sebab akibat yang menciptakan sebuah keajaiban rasa; cinta sejati.
Yang pertama adalah bahwa it’s a matter of destiny. Takdir. Pada banyak orang mendudukan takdir pada tahapan akhir setelah sesuatu terjadi. Justru menurut ane, sepakat ama mbak Nisa ketentuan Tuhan ada pada tahap pertama pada apapun sebelum apapun itu terjadi. Pada urusan cinta, sebelum manusia dilahirkan, garis takdir jodohnya telah digariskan dalam kitab hidupnya.

Digariskan itu tak sama dengan ditentukan. Sehingga garis takdirnya not in a form of certain name, bukan dalam bentuk sebuah nama pasti, tapi dalam bentuk kriteria-kriteria pasti atas kecenderungan karakter jiwa yang Tuhan cipta untuk kita.

Sebagaimana teori “separuh jiwa”, bahwa jiwa yang Tuhan ciptakan pada awalnya adalah separuh, separuhnya lagi ada pada pasangan kita kelak. Karena itulah, jiwa hanya akan menjadi utuh tatkala menemukan separuh jiwanya. Dalam surat An-Nisa ayat 1 disebutkan:  Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. 

Dan begitulah kitab menjelaskan konsep diciptanya pasangan hidup. Dari diri yang satu. Apakah konsep ini juga berlaku pada manusia-manusia setelah Adam dan Hawa? Ya, tapi bukan dari tulang sulbi sebagaimana sebuah hadist pernah menyebutkan. Tetapi dari jiwa yang satu ato identik ato secocok. Si Surti diciptakan dengan karakter jiwa yang secocok dengan jiwa Tejo. Jiwa Jasmine diciptakan secocok  dengan jiwa ALaddin, Jiwa Miss Piggy tercipta secocok dengan jiwa Kermit, Jiwa Bibi Lung secocok dengan jiwa Yoko, sama halnya dengan jiwa Khodijah kepada jiwa Mohammad, juga jiwa Rosid yang secocok dengan jiwa Delia. Dan pastinya, jiwa temen2 tercipta dengan jiwa yang secocok pula dengan seseorang yang telah Tuhan cipta untuk Anda. Somewhere, someone. Dan begitulah takdir Tuhan. Ia yang memilih dan mencipta jiwa kita dan jiwa lain yang secocok dengan kita.

Setelah Tuhan menakdirkan untuk memilihkan karakter jiwa yang diciptanya untuk kita dan pasangan jiwa kita, maka dengan sendirinya, masalah mencinta pun menjadi bagian dari masalah kejiwaan. Untuk bisa mengidentifikasi jiwa yang secocok dengan kita yang telah Tuhan gariskan, ada satu tanda yang bisa kita gunakan, yaitu rasa kecondongan ato kecenderungan pada orang lain. Sebagaimana Alloh berfirman:
Dan diantara tanda-tandaNya ialah Dia menciptakan untuk mu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikaNya di antaramu rasa kasih sayang.

Karena itulah, coba Anda fikirkan, berapa banyak manusia yang hidup bersama kita saat ini? di Indonesia saja sudah 200 jutaan orang, sisanya masih miliaran jumlahnya diseluruh dunia. Alloh telah memberi kita instrumen untuk bisa mendeteksi separuh jiwa kita yang dilepas bebas di tengah-tengah miliaran manusia yang hidup bersamaan dengan kita. Heart, Qalbu, Hati. Itu saja. 

Dia tak akan bisa membohongi saat kita merasa condong, nyaman, dan mampu berkasih sayang dengannya. Ajaibnya, perasaan ini justru muncul di saat kita berlepas dari pertimbangan-pertimbangan eksternal. Baik dari pendapat orang maupuan pertimbangan-pertimbangan fisikal. Mungkin karena memang fitrah hati sebagai gaung suara jiwa. Dia datang dari dalam diri kita sendiri. Kalo kata bapaknya Juno (taukan film Juno? kalo belum, segera tonton) the right person is still going to think the sun shines out your ass. That's the kind of person that's worth sticking with. 

Setelah jiwa menemukan pasanganya, barulah cinta menjadi bagian dari aktifitas otak. Bukan karena otak berfikir atas orang yang telah kita cintai. Tapi karena aktifitas yang kita lakukan bersamanya memberikan rangsangan-rangsangan yang ditangkap oleh, konon, 12 bagian di dalam otak yang mengatur kerja hormon-hormon perasaan, seperti dopamine, oxytocin, adrenalin, dan vasopression (coba baca lagi posting cinta itu logis) yang bekerja hingga berujung pada euforia. Hormon-hormon itu bekerja seperti morfine atau kokaine, addiktif dan mencandu. 

Saat kita menatap wajahnya, berdekatan denganya, berbincang denganya, apalagi, saat bergandengan tangan dengannya, berpelukan dengannya, bahkan bersetubuh dengannya (tentu setelah dihalalkan oleh agama), hormon-hormon itupun bekerja.
Nah, pada kenyataanya, ketiga proses di atas bisa terbolak-balik mana dulu yang pertama kali muncul. Ada orang yang witing tresno jalaran soko kulino sebelum merasakan kecocokan jiwa setelah sering bersama. Ada yang bermain-main dulu dengan kerja hormonalnya dan dia merasa cocok dengan pasanganya. Walaupun, dengan melakukan itu, dia justru semakin menjauhkan dirinya dengan kata hati nuraninya sendiri. Dan ada yang, pada orang yang telah memahami dirinya dengan baik, bisa hanya dengan memandang sekali saja bisa langsung merasakan kecondongan jiwanya. Ada lagi, yang mengabaikan hati nuraninya karena lebih mengikuti pertimbangan-pertimbangan eksternal; maunya keluarga, pandangan depan kolega, image di tengah masyarakat, kepincut karena tampang, deelel.

Anyway, Hati yang paling bisa menjawab dengan siapa Anda merasa cocok dan dengan siapa Anda merasa tidak menjadi diri sendiri saat menjalin hubungan bersamanya. Yang pasti, cinta sejati itu ada. Tak melulu kerja syaitan walaupun Anda harus sangat jeli dalam mendengar nurani dan menjaga cara Anda. Untuk yang memang takut tergelincir, ya sudah kalau memang mau dibuat gampang dengan menerima siapapun yang datang dan merajutnya kelak setelah berkeluarga, itu juga tidak bisa disalahkan.

Kalaupun temen2 telah menemukan cinta sejati sebagaimana hati yang menuntun, temen2 sendiri  yang paling bisa merasakan, apakah cara dalam menjalin hubungan denganya udah sesuai dengan aturan agama yang diyakini ataukah malah telah  menyesatkan pasangan yang sangat temen2 cintai kepada hal buruk yang membawa keburukan pula dalam hubungan yang temen2 jalani. Permasalahanya hanya itu. 

Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

Asikkan?? Asikkan........????
....................... ^.^!!!

Regard

Thursday, September 27, 2012

dan pagi ini pun masih membuka jendela....


“Kanta...!!”

“Tu jangan lupa, jendelanya dibuka, udah pagi..!!”

Setelah membereskan kasur, menyapu halaman, mencuci baju (pembantu nih yee..., biarin..), dan menanak nasi # Tsaah, lama gak denger kata ini. Menanak kata dasar tanak, dapet imbuhan me- yang berarti kata kerja. Tanak artinya apaan yaa.., lagu india?? Tanak tintana.., deeste. Udah dee...hh. Kemudian aku segera membuka jendela kamarku. 

Tapi aku gak habis pikir kenapa harus nglakuin rutinitas seperti itu. Padahal ntar kalo menjelang maghrib juga suruh nutup tu jendela lagi. Dan ini dilakuin gak Cuma sehari, dua hari. Tiap hari. Rutinitas yang sangat membosankan bagiku, udah tau menjelang maghrib bakal ditutup lagi ngapain pagi2 musti dibuka-buka?? Kayak ga ada kerjaan lagi..

Tapi setelah ku pikir lagi ternyata banyak manfaat dari membuka jendela di pagi hari. Yuk simak..!

Membuka jendela di pagi hari banyak manfaatnya cu..iyy. Dengan mbuka jendela di pagi hari kita bisa ndapetin udara segar yang banyak mengandung oksigen, supaya masuk ke rumah ato kamar dan sekaligus  ngeluarin udara kotor dari dalam rumah ke luar rumah (ya iya lah... yang namanya keluar ya di luar mustinya) sehingga udara di rumah ato kamar bakal terasa menyegarkan gitu. Istilah kerennya sirkulasi udara. Jika jendela selalu ditutup rapat maka udara yang di dalam rumah bisa hanya yang itu-itu saja kecuali bila ada ac yang bisa menggantikan fungsi ventilasi rumah. Ikut seneng kalo ada readers yang udah punya ac di rumahnya. Alhamdulillah...

Di samping itu masih ada fungsi yang ndak kalah penting yaitu fungsi untuk memasukkan sinar  matahari ke dalam rumah. Fungsinya adalah buat mengurangi kelembaban udara di dalam rumah, juga untuk membunuh kuman virus dan bakteri yang ada di dalam rumah. Dengan matinya kuman penyebab berbagai penyakit maka kesehatan kita beserta anggota keluarga lain pun dapat lebih kejaga. Tumben, pinter.

Trus ada juga ternyata manfaat kenapa kudu nutup jendela di malam hari ato menjelang maghrib, yang pertama supaya nyamuk2 kagak masuk ke kamar ato rumah. Trus juga supaya nggak mengundang para pencuris (jamak) buat dateng ke rumah. Coba kalo jendela kebuka terus.

Hal ini juga mungkin terjadi sama temen2, dan bahkan aku juga. Seringkali merasa terjebak dalam rutinitas yang membosankan. Sekolah, kuliah, kerja, deelel. Kita udah tau ni ntar bakal gimana, trus gimana. Ya, sama kaya fenomena buka-tutup jendela. Jadi udah kaya autopilot aja.

Tapi pernahkah temen2 coba cari ada manfaat apa yang bisa diambil dari rutinitas itu, atau ada sisi negatif yang bakal terjadi kalo nggak nglakuin tuh routine..?Keasikan, kesenangan, kegembiraan, bahkan kesedihan dan khawatir, itu justru muncul ketika kita menjalaninya.

Enjoy your day....

Best REGarD

cinta cinta cinta cinta*


Assalammualaikum Wa rohmatullohi Wa Barokatuh....

I’m Back, inget kata2 itu?? Inget terminator dong?? Inget Arnold swasanasegar?? Inget gubernur California?? Pastinya inget Kanta Romayo, dan selamat datang di Blog aku...... 

Posting kali ini bakal ngomongin cinta2an lagi, tapi cinta yang tak biasa. Materi ini sedikit banyak, sedikit ato banyak ga konsisten nih., aku kopi paste dari notes nya mbak Nisa Royasa, yang aku tulis ulang by my own way, bisa cek di FB ketik aja namanya. Jadi ceritanya aku lagi blog walking cari2 inspirasi gitu. Soalnya sepi. Orang kantor lagi pada keluar. Dan akhirnya, aku buka yang ini. Aku buka yang itu. Buka ini. Buka itu banyak sekali, loh kok malah jadi openingnya doraemon??, ga peduli. Dan tau2 ada suara gaib yang bilang “Coba deh kamu Search: Nisa Royasa”. Tsah.... Trus aku search dan nemu deh tulisan yang kayaknya ngasal tapi memang ngasal tapi menarik tapi aku suka. Oh ya aku ini penggila science, apa hubungannya coba, jadi dulu waktu SMA pernah mau masuk kelas IPA ato bahasa kerennya science. Tapi waktu aku cerita sama temen2ku yang lain, mereka malah bilang “Gila lu Kan”, kok gak enak ya. Oke ulangi “Gila lu Ta.., berani2 nya masuk kelas science”. Semenjak itu aku pindah masuk ke kelas bahasa dan aku baru menyadari kalo aku gila science. Cukuu..uup!!!! 

Oke, langsung cekidot.....
Buat yang suka novel, film, even history, u’ll find that almost semua kisah manusia dengan jutaan peran yang pernah ada, selalu memiliki kisah cinta. pada sebagian cerita, sengaja menjadikan kisah cinta itu sendiri sebagai main course, menu utama, untuk dieksplorasi dan dihidangkan (Ciee.. kayak makanan aja, dihidangkan) kepada para pembacanya.  Contoh sangat mudah eksposisi kisah cinta, tonton saja cerita2 bollywood.

Pada kisah yang lain, kisah cinta dihidangkan sebagai complementary dishes, alias hidangan pelengkap, pemercantik, penggugah, atau teka teki sederhana.  Tapi dengan sendirinya, kisah cinta itu sendiri yang menjadi perhatian utama.

Contohnya aja waktu nonton Titanic, kisah tragis kapal mega besar, canggih, dan megah pada masanya yang ternyata Innalillah....dalam hitungan 4 hari dari sejak peluncurannya pertama kali. Ribuan orang menjadi korban. Tragedi Titanic disebut sebagai tragedi transportasi terbesar yang pernah ada. Tetapi, justru yang menjadikan Titanic dikenang di hati banyak orang bukanlah pada tragisnya accident. Tapi karena ada kisah cinta Rose dan Jack.

Waktu nonton nih film, ngga ada yang nangis saat melihat ratusan orang berjatuhan dari geladak, ngga ada rembesan air mata saat tahu masih banyak orang yang terkunci di dek bawah kapal, ribuan yang lain sedang hipotermia, atau tenggelam ke dalam samudera. Cuma mimik miris yang terlihat saat nonton scene tsb sambil sedikit memicingkan mata, bibir meringis yang menggambarkan ekspresi kengerian dan ketegangan. Itu saja.

Tapi orang2 langsung termehek2 hanya karena kematian satu orang dari sekian korban yang bergelimpangan di malam Titanic yang patah jadi dua itu. Dan satu orang itu, yang membuat penonton nangis, adalah Jack Dawson, tukang judi (hallah... tukang judi) dan peminum dari Inggris yang pengin mengadu nasib di dunia baru, New York! Ribuan orang mati: mringis, satu orang mati: mewek!

Pada film Armageddon pun demikian, yang membuat film ini menjadi sangat menyentuh bukan pada komet yang menghancurkan separuh bumi, justru pada kisah segitiga antara bapak, putrinya, dan pacar putrinya dimana hubungan ini menjadi sangat dramatis saat Harry (sang ayah) harus mengganti posisi A.J (pacar anaknya) untuk menekan pemicu nuklir......

Kenapa bisa seperti itu?? kenapa orang2 cenderung lebih mudah terkesan dan moving dengan hal2 yang sangat abstrak seperti cinta. Ciee... cinta; abstrak.

Ada dua sisi dari diri seseorrang dalam melihat sesuatu, science dan conscienece. Yeah, akan menjadi konyol saat melihat tangisan para penonton Titanic menggunakan sisi science/logic. Dengan logic, saat kapal akan tenggelam, isu diskriminasi seharusnya menjadi lebih penting mendapat perhatian melihat penumpang kelas 3 dipandang tidak layak diselamatkan. Tapi pandangan dari sudut itu tidak relevan di tengah2 adegan Rose harus melepas jari jemarinya dari pegangan tangan Jack dan merelakan tubuh Jack berangsur2 tenggelam di telan samudera. 

Conscienece/nurani, sisi itulah mungkin yang membuat kita bisa ikut terhanyut dengan perasaan Rose saat itu. Bisa ikut serasa berada di sana, berada di posisi Rose, bagi yang sedang jatuh cinta, membayangkan tubuh kekasihnya yang harus ia lepaskan dari pegangannya, menyadari takdir telah menentukan keputusannya untuk tak bisa lagi mempersatukan mereka ever and after........  It’s touching, isnt it.......??

Dan begitulah cinta. Pesonanya mampu mengalihkan perhatian hati manusia dari kengerian tenggelamnya ratusan umat manusia ke dalam samudra maupun tragedi meteor yang akan menghantam dan memusnahkan ras manusia di bumi.
Karena cinta sejati selalu bisa menyentuh nurani...Ceilaaaa...# Tsah.

Shakespeare mengatakan “Journeys end in lovers meeting”. Semua kisah dari kehidupan di dunia akan berakhir saat mereka menemukan cinta sejatinya. Semua masalah yang telah dan akan mereka hadapi menjadi tak berarti dibandingkan anugerah terbesar hidup. Karena motivasi terbesar manusia dalam hidup adalah Cinta.Inget cinta. Sekali lagi, cinta.

Freud bahkan punya klaim sendiri kenapa manusia menjadi seperti itu, Berbeda dengan Maslow yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk rasional, Freud berpegang bahwa manusia adalah makhluk irasional, dimana sebagian besar dari tingkah laku manusia didorong oleh kekuatan2 yang tidak disadari. Hal yang irasional itu diantaranya adalah feeling, perasaan. 

Di dalam Al-qur’an sendiri dikatakan:
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). QS 3 : 14
Ayat ini menunjukan bahwa memang ada kecenderungan dari diri manusia terhadap beberapa hal, diantaranya adalah pada lawan jenisnya.
Ada juga beberapa roman yang terkenal dan sangat dekat dengan kita antara lain: Muhammad-Khodijah, Ali-Fatimah, Yusuf-Zulaikha, Adam-Hawa. Hanya saja tak banyak literatur yang membahas lebih intim tentang dunia cinta mencintai, mahabbah. Ato mungkin aku yang kurang bahan bacaan yaa??!,Taman orang2 yang sedang jatuh cinta karangan Aidh Al Qorni keliatannya jadi salah satu literature yang wajib baca. Kalo readers ada rekomendasi bahan bacaan ato referensi lain, bisa banget. 

Tidak banyak ulasan cinta yang lebih personal, natural, dan apa adanya.. Pada beberapa pandangan lain, cinta dipandang sebagai bagian dari syahwat, yang merupakan kecenderungan manusia terhadap aspek2 material, bukan sebagai Hawa yang merupakan kecenderungan kepada yang lebih non-material, berkaitan dengan eksistensi diri, serta persoalan2 yang lebih abstrak dan instinktif, yang bisa tumbuh dan dirasakan oleh makhluk hidup dengan latar belakang, agama dan bentuk apapun.

Ada yang mengatakan, bahwa cinta itu energi yang memiliki kekuatan magis. Mungkin lebih tepatnya energi Ilahiah. Energi itu yang mampu mempertemukan, dan instink yang akan memberitahu. Seperti dua orang asing yang tiba2 saja bertemu dengan skenario manis, di sebuah tempat tak direncanakan sbelumnya. Insting yang akan memberitahunya bahwa dia adalah cinta yang dia butuhkan.

Arthur Abbot, di film Holiday mencontohkan: Say a man and a woman both need something to sleep in and both go to the same men's pajama department. The man says to the salesman, "I just need bottoms," and the woman says, "I just need a top." They look at each other and that's the 'meet cute.'
Kata salah seorang kawan, “selingkuh fisik masih bisa dibicarakan, selingkuh hati lebih rumit mencarikan solusi. Mungkin kau sedang kalut saat itu. Kalau memang itu sebuah kesalahan, akan dengan mudah diperbaiki...

Mungkin kalau tokoh2 ayat-ayat cinta yang mengatakanya, mereka akan punya bahasa yang lebih terdengar melankolik dari itu. atau, dengan hati penuh ikhlas (walau kadang salah mengartikan) menawarkan poligami sebagai bukti tulusnya cinta kepada Tuhan. well...tentu aku tidak menentang poligami. Karena itu diperbolehkan. Tapi yang aku tahu, hal itu bisa dilakukan dengan beberapa keadaan yang harus terpenuhi. Love love love...

Betapa manisnya cinta. berapa miliar literatur, tulisan, dan eksposisi, puisi, deskripsi, kisah, tentang cinta yang pernah ditulis oleh umat manusia.

Dan diantara tanda-tandaNya ialah Dia menciptakan untuk2 mu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikaNya di antaramu rasa kasih sayang. 

Rasa cinta adalah kecenderungan itu. Perasaan magis yang diperkuat oleh instink kejujuran nurani sehingga tercipta keyakinan. Kecenderungan pada seseorang yang denganya dia bisa merasakan ketentraman karena adanya kasih sayang....oh....so sweettt.....Manusia mana yang tak menginginkan kehidupan seberkah itu?

Maka, malam ini, di saat kabut pagi buta mulai menyisir hari, menempel di pucuk2 rerumputan halaman depan, menetes pelan sebagai embun penyejuk hari, kehadiratMu kulantunkan pengharapan yang Kau abadikan dalam kitabMu....Hiks..Hiks...

Robbana..hablana..min azwa..jina..wa dzurriyyatina..qurrota a’yun........waj ‘alna...lilmtuttaqi..n i ma..ma.....

 “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa” (QS Al-Furqan:74)
Yups, gimana? Do you like it?? Ngasal ga pa2 asal ada dasarnya.

See yaa

Best regard
*intro cinta gila Norman Kamara; recycle chaiya-chaya

Tuesday, September 25, 2012

Bercanda dengan tuhan


Tuhan, aku berdoa:
“Kalo dia jodohku dekatkanlah.tapi kalo bukan, biarkanlah dia berbahagia dengan dirinya (aseek)”
Besoknya dia nikah, aku doa lagi:
“tuhan, yang semalam aku bercanda he..he..”
Malemnye aku doa lagi:
“tuhan, aku butuh duit sepuluh juta, tolong beri hamba uang tuhan... Please..!!!”
Besoknya langsung ngecek rekening dan masih kosong. Malemnye berdoa lagi:
“tuhan, kok tadi aku cek rekeningnya masih kosong, kenapa doa ku ga terkabul tuhan..??”
Tidur. Ngimpi. Tuhan ngomong: “ nah, elo kan belum kasih nomer rekening..”
Sadar. Bangun. Doa: “tuhan, aku butuh duit sepuluh juta, tolong beri hamba uang tuhan... Please..!!!
Ini nomer rekening aku”
Besoknya langsung ngecek tabungan en ternyata belum masuk juga.
“tuhan, kok tadi aku cek rekeningnya masih kosong, kenapa doa ku ga terkabul tuhan..??”
Tidur. Ngimpi. Tuhan ngomong: “ Sory coy, yang semalem Cuma bercanda..”