Tuesday, July 17, 2012

Kantor #7


ALAM SEDANG BERSEKUTU MENGANCAM DIRIKU
 (judul lebay banget)

Ini cerita perjuangan aku ke kantor. Perjuangan yang sangat juang. Berangkat dari rumah perasaan sudah nggak enak, penginnya libur aja (hallaa..hh emang maunya). Mau sarapan gak selera (emang ga ada yang bisa dimakan). Orang tua juga lagi ndak betah ngobrol sama aku (hawanya pinjem duit). Mau berangkat kerja sudah jam 06.55,
“wah bakal telat ni”, batinku.

Tapi karena aku orangnya optimis dan disiplin, ck..,ck..,ck.., maka tetap aku bertekad buat datang ke kantor. Baru jalan sekitar 50 meter, aku inget ada barang yang ketinggalan. Musti balik ke rumah. Akhirnya sampe gerbang depan komplek, ngadang Bus (Damn)ri, pahamkan?? Oke lanjut. Udah jam07.14. Padahal masuk jam 08.00. Aku tungguin 5 menit, belum lewat. 10 menit, 20 menit, belum ada tanda-tanda. 30 menit, jangan-jangan sopir Damnri  pada mogok nih, minta naik gaji . Akhirnya pada menit ke 42 dari jam 7, bingung? Sama. Aku putuskan buat umbal, naik bis 2 kali. Aku langsung naik ketika ada bus kecil, satu pintu lewat. Sampailah aku di jalan raya, bis2 yang lewat juga lebih banyak. Baru 3 menitan nongkrong di Jerakah tempat biasa aku nunggu bis (nama pasar di depan kampus IAIN Semarang), muncullah bus Damnri dengan indahnya.

“HuuaSSyeEEmmMM... !!!”, naiklah aku ke Damnri.

Perasaan pertama yang muncul yaitu: “dingaren bise kebak”, artinya aku cinta kamu, ya nggaklah. Artinya “tumben bisnya penuh”.Akhirnya aku berdiri. Jarak tempuh dari rumah ke kantor naik bus Damnri sekitar hampir 1 jam-an. Maka langsung kebayang kalo aku akan berdiri sekitar satu jam-an di bus ini. Beruntung baru berdiri 40 menitan (ni kaki udah pegel2), ada penumpang yang turun. AlhamdulIllah ya Alloh, Engkau Maha Baik.

Aku kebagian tempat duduk. Baru duduk 10 menitan aku sampa di tujuan. FYI, kursi yang aku dudukin ni emang agak aneh, agak gak nempel kenceng sama dudukannya (ngartikan!!). Maka yang terjadi terjadilah. Ketika aku bangkit dari tempat duduk bus Damnri, tu kursi ikut keangkat dan akhirnya terlepas itu kursi dari dudukannya..

Kondisi Damnri yang penuh sesak menambah grogi diriku ini. Aku coba geser2 tu kursi, aku angkat2in tu kursi supaya kembali ke jalan yang benar, tetap gak mau. Sekali mencoba, gagal. Gak berhasil. Sialnya, dari sekian juta penumpang Damnri ga ada yang tergerak hatinya buat nolongin, Cuma ngliatin aja. Mungkin dalam hatinya mereka bilang sambil terus melototin “ni anak lagi ngapain..??? masa’ gitu aja gak bisa”.

Dan aku kembali berjuang sejuang juangnya, dan akhirnya setelah percobaan ketiga, aku berhasil mengembalikan tu kursi ke haribaannya.”FfeEEeuuUUU..hhhHHhh....!!”

Tapi ternyata perjuangan belum berakhir, aku musti menerobos kerumunan penumpang lain yang menyesaki bus Damnri. Rasa2 nya pintu Damnri semakin mengecill, semakin menjauh. UUGgghh...... Tau-tau aku udah pake seragam pemain American Football lengkap dengan helm dan pelindung gigi. Dan seakan-akan pintu Damnri berubah jadi gawangnya.

“wah, repot nih”. Akhirnya tuh pintu aku terobos juga (bayangin kaya pemain American Football yang musti jatuh bangun mempertahankan bola yang dibawanya, nah aku kaya gitu), dan akhirnya aku berhasil mencapai pintu keluar, dan perlahan ada sorak sorai dari belakang yang memberi dukungan atas keberhasilanku ini. Tapi boonG.

Lalu aku langsung bilang ke kondekturnya,” Pak, turun sini”.

Pak kondekturnya langsung mejet bell. “Tet..TeTtt..tETtt...”

Sopir Damnri yang denger tuh kode, dengan sigap dan segera menginjak rem. Dan aku yang gak siap dengan kondisi seperti ini jatuh dengan sukses, tersungkur dengan muka duluan. Dan kembali orang2 di dalam bis hanya memandang sambil bilang “lama2 kasihan juga ni anak”

Ooh my..., aku langsung turun dari bus Damnri yang super duper Damn ini. Rasanya pengin sujud syukur, tapi aspal semua. Panas berdebu. Gak jadi deh. Pas giliran udah turun dari bus aku ngliatin sekitar, dan ternyata aku udah kebablasen 150 meter dari tempat biasa aku turun. Padahal dari tempat biasa aku turun masih harus nambah jalan 100 meter lagi. Nah kalo gini aku harus nambah jalan 250 meteran. 

“Ya Alloh ampuni hambamu ini....”

That’s it, see yaa.

0 comments:

Post a Comment