Mudah-mudahan ente ada waktu luang untuk
membaca catatan kecil ini. Sahabat, beberapa waktu lalu aku didatangi seorang
kawan baik. Ia telah menceritakan keadaan batinnya pada beberapa orang
terdekatnya, tapi tak satupun memuaskan hati katanya. Maka sebagai yang
penghabisan, ia datang padaku berharap aku mampu memberikan jawaban yang
melegakan kesesakan hatinya.
Ceritanya cerita tentang anak muda seusianya,
masalah yang itu-itu juga: perempuan. Setelah ia ceritakan dengan antusias
tinggi, aku pun tak kalah antusias menanggapinya, akhirnya aku beri jawaban
padanya bahwa aku tak mendapati jawaban yang sekiranya dapat melegakan
kesesakan hatimu. Tapi sebagai ganti, aku berjanji menceritakan kisahnya –
kisahnya saja tanpa aku sebutkan siapa-siapanya – pada kawan-kawanku yang lain,
agar mendapatkan jawaban yang barangkali mampu melegakan kesesakan hatinya.
Maka aku harapkan komentar dan saran dari
sahabat sekalian sebagai bahan diskusi untuk dapat membantunya melegakan
kesesakan hatinya. Aku juga lebih senang hati dan ucapkan terima kasih tiada duanya
pada kawan sekalian yang mau membagi cerita ini pada kawan yang lain, demi
mencapai jawaban yang mungkin bisa melegakan kesesakan hatinya itu.
